PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN KOMPETISI SAINS MADRASAH TAHUN 2024

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada satu sisi mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena akses negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Menyikapi kondisi ini, masyarakat mulai menaruh harapan besar kepada madrasah agar dapat menjawab tantangan itu. Di mata masyarakat, madrasah dapat memberikan benteng bagi anak-anak mereka karena madrasah tidak hanya membekali ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga memberikan bekal ilmu agama.

Indikator paling tampak dari kondisi tersebut adalah semakin besar minat orang tua mendaftarkan putra-putri mereka ke madrasah. Fakta ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola madrasah yang harus dijawab dengan langkah-langkah konkret. Proses pembelajaran dan sarana pembelajaran di madrasah harus semakin ditingkatkan, ditunjang dengan guruguru madrasah yang juga harus senantiasa ditingkatkan kualifikasinya. Selain itu, guna meningkatkan iklim kompetisi di kalangan siswa madrasah juga perlu dikembangkan/dibangun kegiatan-kegiatan yang dapat mengakomodir siswa untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. Dengan cara ini, maka madrasah dapat semakin mengejar ketertinggalan dari sekolah umum, bahkan sangat mungkin mengunggulinya.

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) merupakan sebuah gelaran nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama sebagai wahana membangun ghirah kompetisi sains kalangan siswa madrasah. Sejak awal digelar tahun 2012, KSM telah menjadi ajang yang positif dalam membangun budaya kompetisi. Pada tahun 2024, KSM berupaya mengelaborasi sains, budaya, dan teknologi dengan konteks nilai-nilai Islam. Integrasi sains dan konteks nilai-nilai Islam dalam KSM digambarkan melalui framework sebagai berikut:

Adapun karakteristik soal yang dikembangkan dalam KSM 2024 adalah: (1). Simple Problem. Soal ini memiliki karakteristik berupa pilihan jawaban (choice problem) dengan struktur masalah yang lengkap (well-structured); (2). Partial Problem. Soal ini memiliki karakteristik antara pilihan jawaban (choice problem)/masalah desain (design problem) dengan struktur masalah yang lengkap/tidak lengkap (well and ill-structured); (3). Complex Problem. Soal ini memiliki karakteristik berupa masalah desain (design problem) dengan struktur masalah yang tidak lengkap (illstructured). Karakteristik soal KSM 2024 dapat digambarkan sebagai berikut:

Berdasarkan dasar pemikiran di atas, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada tahun 2024 kembali akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan KSM. Kegiatan itu akan dimulai dari KSM tingkat Satuan Pendidikan, KSM tingkat Kabupaten/Kota, KSM tingkat Provinsi hingga KSM tingkat Nasional.

Mengusung tagline baru Madrasah “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia”, bahwa pelaksanaan KSM tahun 2024 ini mempunyai beberapa distingsi, diantaranya adalah kompetisi yang bersifat merit-based yaitu menjadikan kualifikasi dan kompetensi peserta sebagai pertimbangan penilaian. Selain itu, KSM 2024 menambahkan kompetisi beregu di mana penekanan diberikan pada kerja-kerja kolaborasi yang merupakan hal penting dalam kegiatan saintifik di Abad 21. KSM 2024 juga meneguhkan rekognisi madrasah yang lebih luas baik nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan dengan pembuatan soal yang bersifat kontekstual, mengacu kepada isu-isu sains internasional, variasi soal pilihan ganda, esai singkat dan uraian, serta melibatkan juri-juri tingkat nasional dan mengundang juri mitra internasional.

B. Tujuan

Secara umum, pelaksanaan KSM Tahun 2024 bertujuan untuk memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, disiplin serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Secara khusus tujuan KSM Tahun 2024 adalah:
  1. Menyediakan wahana bagi siswa madrasah/sekolah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains;
  2. Memotivasi siswa madrasah/sekolah agar selalu meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan nilai-nilai agama;
  3. Menumbuhkembangkan budaya kompetitif dan kolaboratif untuk maju bersaman-sama meraih prestasi di kalangan siswa madrasah/sekolah;
  4. Menjaring siswa-siswi terbaik di madrasah/sekolah dalam bidang sains dan teknologi untuk meneruskan studi lanjut sarjana di perguruan tinggi terkemuka nasional dan perguruan tinggi internasional.


C. Hasil Yang Diharapkan

  1. Berkembangnya bakat dan minat di bidang sains sehingga dapat berkreasi dan mencintai sains;
  2. Meningkatnya ghirah siswa madrasah/sekolah untuk selalu mengasah kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan nilai-nilai agama sehingga menjadi yang terbaik di bidangnya;
  3. Berkembangrıya budaya kompetitif dan kolaboratif di kalangan siswa madrasah/sekolah;
  4. Terjaringnya bibit unggul dan berprestasi sebagai calon peserta ajang kompetisi tingkat internasional;
  5. Dihasilkanya siswa-siswi terbaik di setiap bidang dan menjadi SDM yang mencintai bidang keilmuannya.

ARTIKEL TERKAIT

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Telegram
Share on Whatsapp
Tags :

0 comments:

Posting Komentar